Tampilkan postingan dengan label kimia 4 senior high school. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kimia 4 senior high school. Tampilkan semua postingan

gaya antar molekul


Pengertian

a.       Gaya tarik antar molekul adalah gaya tarik yang terjadi antara suatu molekul dengan molekul tetangganya.
b.      Semua molekul mengalami gaya tarik antar molekul, meskipun pada beberapa kasus daya tarik yang terjadi sangatlah lemah.

Macam-macam gaya antar molekul
a.       Gaya london
b.      Gaya tarik dipol-dipol
c.       Gaya tarik dipol-dipol terimbas
d.      Gaya van der Waals
e.       Ikatan hidrogen
f.       Ikatan ionik
g.      Jaringan kovalen raksasa

1.      Gaya london
  1. Adalah gaya tarik menarik yang terjadi antara molekul dalam zat yang nonpolar
  2. Hal ini dapat dijelaskan karena elektron senantiasa bergerak dalam orbital. Perpindahan elektron dari suatu daerah ke daerah lain menyebabkan suatu molekul yang nonpolar menjadi polar sesaat, sehingga terbentuk dipol sesaat.
  3. Contoh: H2, O2, He, dll
  4. Dipol sesaat pada molekul dapat mengimbas molekul disekitarnya sehingga membentuk suatu dipol terimbas.
2.  Gaya tarik dipol-dipol
a.       Adalah gaya antar molekul pada zat polar
b.      Molekul yang terdistribusi  rapatan elektronnya tidak simetris bersifat polar dan mempunyai dua ujung yang berbeda muatan.
c.       Molekul-molekul cenderung menyusun diri dengan ujung positif berdekatan dengan ujung negatif dari molekul di dekatnya
d.      Contoh: HCl, HBr,dll
3.      Gaya tarik dipol-dipol terimbas
a.       Adalah gaya antar molekul yang terjadi antara molekul polar dengan molekul nonpolar
b.      Dalam hal ini, dipol dari molekul polar akan mengimbas molekul nonpolar disekitarnya, sehingga mengalami dipol sesaat
c.       Hasilnya adalah suatu gaya tarik elektrostatik antara dipol dan dipol sesaat
4.      Gaya van der Waals
a.       Gaya-gaya antar molekul secara kolektif disebut gaya van der Waals
b.      Yang termasuk gaya van der Waals adalah gaya london, gaya dipol-dipol dan gaya dipol-dipol terimbas
5.      Ikatan hidrogen
a.       Adalah gaya antar molekul gaya yang terjadi pada pada senyawa yang mempunyai ikatan F-H, O-H, N-H atau dengan kata lain antara atom hidrogen yang terikat pada atom yang berelektronegatifan besar dari molekul lain di sekitarnya
b.      Contoh : HF, NH3, dll
6.      Ikatan ionik
a.       Adalah gaya tarik menarik listrik antar ion yang berbeda muatan dan ikatannya bekerja ke segala arah dalam struktur krisral zat
b.      Setiap ion dalam kristal ion terikat sama kuat pada beberapa ion disekitarnya
c.       Contoh : AlF3, AlCl3 dll

7.      Jaringan ikatan kovalen raksasa
a.       Adalah suatu jenis ikatan antar partikel yang sangat kuat karena membentuk struktur kovalen raksasa
b.      Zat dengan ikatan seperti ini mempunyai titik leleh dan titik didih yang sangat tinggi
c.       Contoh : karbon dan grafit



struktur atom


TEORI DALTON
Atom merupakan partikel terkecil yang tidak dapat dibagi-bagi.

TEORI THOMSON
Berdasarkan penemuan perbandingan e/m (e = muatan elektron; m = massa elektron), Thomson mengemukakan teorinya"
"Atom mempunyai muatan positif yang terbagi merata ke seluruh isi atom, dan dinetralkan oleh elektron yang tersebar di antara muatan listrik positif ® (seperti roti kismis).

TEORI ERNST RUTHERFORD
Rutherford melakukan percobaannya dengan menembakkan partikel a ke arah lempeng emas, sehingga dapat menyimpulkan: Atom terdiri dari inti atom yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang berputar pada lintasan-lintasan tertentu ® (seperti susunan tata surya).
Bila lintasan elektron dianggap lingkaran, maka energi total elektron:
E = Ek + Ep
E = - k e²/2r
tanda (-) menunjukkan keterikatan terhadap inti
(menunjukkan bahwa untuk mengeluarkan elektron
diperlukan energi).
r = jari-jari orbit elektron
k = 9 x 109 newton.m²/cou
Jadi jika r membesar maka E juga membesar, sehingga elektron pada kulit paling luar memiliki energi terbesar.
Kelemahan teori Rutherford:
  1. elektron dapat "runtuh" ke inti atom karena dipercepat dan memancarkan energi.
  2. spektrum atom hidrogen berupa spektrum kontinu (kenyataannya spektrum garis).

TEORI NEILS BOHR
Berdasarkan model atom Rutherford dan teori kuantum, Neils Bohr mengemukakan teorinya:
  1. Elektron hanya dapat mengelilingi inti atom melalui lintasan-lintasan tertentu saja, tanpa membebaskan energi. Masing-masing lintasan hanya dapat dilalui elektron yang memiliki momentum anguler kelipatan bulat dari h/2p.

    m . v . r = n . h/2p
  2. Elektron akan mengalami eksitasi (pindah ke lintasan yang lebih tinggi) atau ionisasi jika menyerap energi, dan transisi ke lintasan yang lebih rendah jika memancarkan energi foton.

    Jari-jari lintasan elektron:

    rn = 5.28 x 10-11 n2 meter

    n = 1, 2, 3, .............. = bilangan kuantum utama

    Tingkat-tingkat energi (energi kulit ke-n):

    En = - (k e2/2 r n2)= (-13.6/n2) ev

    1 eV= 1.6 x 10-19 joule

SPEKTRUM ATOM HIDROGEN (SPEKTRUM GARIS)

Menurut Neils Bohr :
1/l = R [ (1/nA2) - (1/nB2) ]
DE = EB - EA = h . c/l
EB = energi pada kulit n
EA = energi pada kulit nA
R = konstanta Rydberg = 1.097 x 107 m-1
DE = energi yang diserap/dipancarkan pada saat elektron pindah


I.
Deret Lyman
terletak pada daerah ultra ungu
nA = 1 ; nB = 2, 3, 4, .......

II.
Deret Balmer
terletak pada daerah cahaya tampak
nA = 2 ; nB = 3, 4, 5. ... ...

III.
Deret Paschen
terletak pada daerah infra merah 1
nA=3 ; nB = 4, 5, 6,.....

IV.
Deret Bracket
terletak pada daerah infra merah 2
nA = 4 ; nB = 5, 6, 7,.......

V.
Deret Pfund
terletak pada daerah infra merah 3
nA = 5 ; nB = 6, 7, 8, ...


Kelemahan Model Atom Bohr:
  1. Tidak dapat menerangkan atom berelektron banyak
  2. Tidak dapat menerangkan pengaruh medan magnet terhadap spektrum atom (kelemahan ini dapat diperbaiki oleh Zeeman, yaitu setiap garis pada spektrum memiliki intensitas dan panjang gelombang yang berbeda)
  3. Tidak dapat menerangkan kejadian ikatan kimia

LUCUTAN GAS
Lucutan gas adalah peristiwa mengalirnya muatan listrik di dalam tabung lucutan gas (tabung Crookes) pada tekanan gas sangat kecil ® menghasilkan berkas sinar katoda
PERBANDINGAN MASSA DAN MUATAN ELEKTRON (e/m)
  1. Dihitung oleh JJ Thomson:
    e/m= 1,7588 x 1011 coul/kg
  2. R.A. Milikan menghitung besarnya muatan elektron:
    e = 1,6021 x 10-19 coulomb
  3. Sehingga massa elektron dapat ditentukan:
    me = 9,1091 x 10-31

hukum dasar kimia


1. Hukum Kekekalan Massa.
Dikemukakan oleh : Antoine Laurent Lavoiser, sehingga dikenal sebagai Hukum Lavoiser. Isi :Massa Zat sebelum dan sesudah reaksi adalah sama (tetap).

2. Hukum Perbandingan Tetap.
Dikemukakan oleh : John Joseph Proust, sehingga dikenal sebagai Hukum Proust. Isi :Massa zat yang dapat bereaksi membentuk senyawa sudah mempunyai perbandingan tertentu dan tetap.
Catatan : Hukum Lavoiser dan Hukum Proust Tidak dapat saling dipisah-pisah.

3. Hukum Perbandingan Lipat (Ganda).
Dikemukakan oleh : John Dalton, sehingga dikenal sebagai Hukum Dalton.
Isi :
Jika suatu Unsur A dapat bersenyawa dengan unsur lain membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka jika massa unsur lain dalam senyawa ke 1 dan ke 2 sama, perbandingan massa unsur A pada senyawa ke 1 dan ke 2 merupakan bilangan bulat dan sederhana. Dalam CO, massa C = 30 g. dan massa O = 40 g. Dalam CO2, massa C = 15 g dan massa O = 40 g. (Massa O dalam CO dan CO2 adalah sama), maka perb. CI : CII = 2 : 1.

4. Hukum Penyatuan Volume, Untuk Reaksi Gas.
Dikemukakan oleh Gay Lussac, sehingga dikenal sebagai Hukum Gay Lussac. Isi :Volume gas gas yang bereaksi dan hasil reaksi merupakan perbandingan bilangan mudah dan bulat. Dalam reaksi Gasb e rla ku :Perbandingan Koefisien reaksi = perbandingan Volume Pengukuran Volume Gas sangat tergantung Kondisi Suhu (T) dan Tekanan (P).

5. Hipotesis Avogadro.
Dikemukakan oleh Avogadro, selanjutnya dikenal sebagai hukum Avogadro.
Isi :
Pada kondisi Suhu (T) dan Tekanan (P) sama, Gas gas yang Volumenya sama akan
mengandung jumlah molekul yang sama pula.
.
Kesimpulan dari Hukum Avogadro :
1. Pada (T,P) sama, untuk Gas berlaku : n1 /V1 = n2 /V2
Dimana : n1 = jml. Molekul gas 1, V1 = volume gas 1, n2 = jml. Molekul gas 2, V2 = volume gas 2.
2. Dalam reaksi Gas berlaku :
Perb. Koefisien reaksi = Perb. Volume = Perb. Jumlah molekul.
3. Pada keadaan Suhu dan tekanan tertentu (T,P) Rumus Gas Ideal :
P.V = n. R. T
Keterangan : P = Tekanan Gas = 1 Atm = 76 CmHg = 760 mmHg
V = Volume Gas = Liter
n = mol Gas
R = Tetapan Gas = 0,08205 Liter.Atm.mol
-1.K-1
T = Suhu Kelvin.
Ternyata pada keadaan standar suhu 0oC dan tekanan 1 atm (STP), setiap 1 mol gas sembarang
akan mempunyai volume sebesar 22,4 L