bienvenue, bienvenido, willkommen, добро пожаловать:) welcome 2 our blog..

ika, sri, winny are three "Nice Young Lady" who will spread happiness to this world :) with beautiful power of chemistry yang jos gandoss n so waowwww very much

kimia dalam media pembelajaran

Blog “mahasiswa kimia” merupakan sebuah blog yang berisi berbagai macam artikel kimia dalam media pembelajaran khususnya ppt. blog ini bertujuan untuk membantu pemahaman mengenai ilmu kimia baik ilmunya maupun kurikulumnya, dengan tampilan yang sangat cozy dan menarik membuat kita mudah mencernanya.http://pkimiauny.wordpress.com/

SNMPTN jalur tulis 2013 dihapus???

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan menghapus jalur tulis dalam Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) tahun depan. Kuota SNMPTN hanya melalui jalur undangan.
Namun pola undangan itu hingga saat ini masih dibahas oleh para rektor PTN. Pemikiran sementara, polanya tetap menggunakan nilai ujian nasional (UN) sebagai syarat penilaian utama ditambahkan dengan parameter lain sesuai karakteristik tiap PTN. Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti) Kemendikbud Djoko Santoso menjelaskan, pemerintah akan menyiapkan biaya untuk proses penyaringan di jalur undangan ini sehingga tidak ada beban biaya yang dikenakan ke peserta.
Selain jalur undangan, pemerintah tetap mengizinkan PTN untuk membuka jalur mandiri. Namun sebebas-bebasnya PTN membuka jalur mandiri, biaya pendidikan tetap tidak ada kenaikan. “Kebutuhan pendidikan akan dipenuhi melalui BO PTN (bantuan operasional perguruan tinggi negeri),” kata mantan Rektor ITB itu, kemarin.
Ketua Panitia SNMPTN 2012 Akhmaloka mengungkapkan, semua rektor yang masih membuka jalur mandiri sudah sepakat untuk menurunkan biaya pendidikan karena Kemendikbud menjanjikan adanya BO PTN sehingga uang pendidikan. Persentase penurunannya tergantung kebijakan tiap rektor. Akhmaloka menambahkan, mulai tahun ini jalur undangan sudah diperketat seleksinya melalui jalur rapor dan akreditasi sekolah.
Peserta dari sekolah terakreditasi A kuotanya mencapai 50 persen, akreditasi B 30 persen, dan C 15 persen. Untuk sekolah yang tidak terakreditasi hanya lima persen. Seiring dengan penghapusan SNMPTN jalur tulis tahun depan, Kemendikbud mengambil kebijakan untuk menaikkan kuota jalur undangan sehingga memperbanyak peserta dari sekolah yang tidak terakreditasi untuk mendaftar SNMPTN.
Berdasarkan data, beberapa PTN yang membuka jalur mandiri ialah Universitas Negeri Makassar (UNM) yang membuka 1.437 kursi untuk strata satu (S-1) dan diploma tiga (D-3). Universitas Negeri Medan (Unimed) menyediakan 2.000 kursi. Universitas Padjadjaran (Unpad) 2.504 kursi. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menyediakan 2.337 kursi dan di Universitas Sumatera Utara (USU) tersedia 1.772 kursi.
Sekretaris Umum Panitia SNMPTN 2012 Rochmat Wahab menjelaskan sejarah munculnya jalur mandiri. Menurutnya, sebelumnya PTN hanya wajib membuka satu kelas yang dibiayai negara. Akhirnya PTN membuka kelas ekstensi. Kelas ini tidak dibiayai pemerintah sehingga memang menjadi lebih mahal biaya pendidikannya.
Selanjutnya seiring dengan tuntutan meningkatkan angka partisipasi kasar perguruan tinggi (APK PT), akhirnya PTN diperbolehkan membuka dua kelas dengan status reguler, yakni perkuliahan boleh membuka 24 satuan kredit semester (SKS) dalam satu semester. “Namun yang satu kelas subsidi, satunya lagi kelas mandiri,” terang Rektor UNY itu.
Koordinator Aktivis Koalisi Masyarakat Anti-Komersialisasi Pendidikan Retno Listyarti menentang penghapusan SNMPTN jalur tulis. Faktor ketidakadilan akan mendominasi penerimaan mahasiswa baru nantinya karena sebagian besar yang diterima melalui jalur mandiri akan diseleksi dari kalangan atas semua.
Anggota Komisi X DPR Raihan Iskandar menyatakan, dalam Rancangan Undang- Undang Pendidikan Tinggi (RUU PT) memang diatur jalur tertulis akan dihapus dan diganti dengan jalur mandiri. Untuk mencegah biaya yang tinggi, pemerintah dan DPR secara tegas menulis tidak boleh ada komersialisasi pendidikan dalam dunia sekolah di RUU PT tersebut. (neneng zubaidah/koran si) (/) (rfa)
Sumber: Okezone

mendikbud sosialisasikan kurikulum 2013

Mendikbud Muhammad Nuh, mensosialisasikan Kurikulum 2013 pada hari Sabtu, 1/12, di Gedung Rektorat UNY. Mendikbud mensosialisasikan Kurikulum 2013 dihadapan segenap pengampu kebijakan dan stake holder pendidikan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mendikbud memulai presentasinya dengan memaparkan alasan diperlukannya pengembangan kurikulum pendidikan. Alasan yang ia kemukakan terbagi dalam empat aspek, yakni tantangan masa depan, kompetensi masa depan, fenomena negatif yang mengemuka, serta persepsi masyarakat.

Dalam hal tantangan masa depan, Mendikbud menyatakan bahwa Globalisasi menjadi salah satu alasan pokok, disamping terdapat alasan lain, seperti masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, ekonomi berbasis pengetahuan, kebangkitan industri kreatif dan budaya, pergeseran kekuatan ekonomi dunia, pengaruh dan imbas teknosains, mutu, investasi dan transformasi pada sektor pendidikan, serta hasil TIMSS dan PISA.

"Dari hasil Trends in International Math and Science Survey (TIMSS) tahun 2007 yang diselenggarakan oleh Global Institute, diketahui bahwa hanya 5% siswa Indonesia yang dapat mengerjakan soal-soal dalam kategori tinggi dan advance yang memerlukan reasoning, sedangkan 71% siswa Korea sanggup. Dalam perspektif lain, 78% siswa Indonesia hanya dapat mengerjakan soal-soal dalam kategori rendah, yakni hanya memerlukan knowing, atau hafalan. Oleh karenanya, perlu adanya pengembangan kurikulum yang menuntut penguatan reasoning", jelas Mendikbud.

Oleh karenanya, pada Kurikulum 2013, akan lebih difokuskan pada peningkatan efektivitas pembelajaran, yang meliputi efektivitas interaksi, efektivitas pemahaman, efektivitas penyerapan, dan transformasi nilai.

"Pada kurikulum 2013, kami merancang adanya pembelajaran yang mengedepankan pengalaman personal melalui mengamati, menyimak, melihat, membaca, mendengar, menanya, menalar, mencoba, mengkomunikasikan. Artinya, dari siswa diberi tahu menjadi siswa mencari tahu. Selanjutnya penilaian akan terfokus pada kemampuan proses, nilai dan pengetahuan, serta kemampuan menilai sendiri. Sehingga ada perubahan pada proses penilaian dari kurikulum sebelumnya, yakni dari berfokus pada pengetahuan melalui penilaian output menjadi berbasis kemampuan melalui penilaian proses dan output", ungkapnya.

Dengan demikian, diharapkan pengembangan kurikulum 2013 dapat menghasilkan insan Indonesia yang produktif, kreatif, inovatif, afektif melalui penguatan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yang terintegrasi, demi menghasilkan generasi emas di ulang tahun Indonesia yang ke-100 pada tahun 2045 kelak.


Kurikulum baru 2013 turut mengubah sistem pendidikan untuk setingkat sekolah menengah atas. Menurut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M. Nuh, pelajar SMA tidak lagi dibingungkan dengan adanya penjurusan eksakta, sosial, maupun bahasa. "Anak-anak akan dibebaskan memilih pelajaran yang disukai," kata Nuh.

Menurut Nuh, pendidikan di sekolah lebih baik tidak ada spesialisasi. Alasannya, fakta di lapangan untuk mencari kerja atau meneruskan pendidikan ke jenjang berikutnya tidak ada syarat berasal dari lulusan IPA, IPS, maupun bahasa. "Anak IPS bisa masuk teknik, anak IPA bisa masuk ekonomi, asal lulus ujian masuk," kata Nuh.

Penjurusan, menurut Nuh, kadang menimbulkan bentuk diskriminasi. Ia menuturkan ada stigma khusus untuk jurusan tertentu yang menimbulkan kemudahan atau hambatan bagi jurusan lain. Misalnya, untuk anak lulusan IPA dianggap lebih pintar dan bisa masuk ke semua jurusan, sedangkan IPS dan Bahasa dianggap tidak mampu.

Dengan kurikulum baru ini, Nuh yakin tidak khawatir ada mata pelajaran yang kosong karena pelajar bisa memilih sesuai yang diminati. "Banyak siswa yang ambil mata pelajaran x, tapi sedikit yang ambil mata pelajaran y, itu terserah," kata Nuh. Namun, ia tetap meyakinkan ada mata pelajaran wajib yang masih harus diambil setiap pelajar SMA dan sederajat.

Kurikulum baru akan mulai diperlakukan tahun ajaran baru 2013/2014. Beberapa mata pelajaran dilebur dengan yang lain, dibuat lebih integrasi dan holistik. Untuk mata pelajaran SD yang semula 10 menjadi 6, sedangkan SMP dari 12 menjadi 10. DI lain pihak, pelajar SMA dibebaskan memilih pelajaran yang disukai. Metode pengajaran dibuat untuk merangsang keaktifan siswa. Diharapkan kurikulum pendidikan baru ini dapat menjawab tantangan zaman.
Sumber : pendidikan-diy.go.id , http://forum.detik.com/

Researches on Plant Pigments especially Chlorophyll Richard Martin Willstätter (1915)

Richard Martin Willstätter
Born: 13 August 1872, Germany
Died: 3 August 1942, Locarno, Switzerland
Affiliation at the time of the award: Munich University, Munich, Germany
Prize motivation: for his researches on plant pigments, especially chlorophyll
Field: Organic chemistry, natural products chemistry
Biography
Richard Martin Willstätter was born in Karlsruhe in Baden on August 13, 1872, and went to school first in his home town and then, when his parents moved house, at the Technical School in Nuremberg. When he was 18 he went to the University of Munich where he studied Science, entered the Department of Chemistry under Baeyer and stayed there for the following fifteen years, first as a student, from 1896 as a lecturer - pursuing his scientific work independently - until in early 1902 he became J. Thiele's successor as Extraordinary Professor.
As a young man he studied principally the structure and synthesis of plant alkaloids such as atropine and cocaine. In this, as in his later work on quinone and quinone type compounds which are the basis of many dyestuffs, he sought to acquire skill in chemical methods in order to prepare himself for the extensive and more difficult work of investigating plant and animal pigments. For this undertaking the working facilities which the Munich laboratory afforded him were too limited and he was glad to accept the first offer of a Professorial Chair which he received in the summer of 1905. It was thus that he came to Zurich to the Federal Technical College.
These seven years in Switzerland were for him the best and most significant. But while research and teaching brought him great satisfaction, at the same time he suffered personal misfortune and soon became lonely. He enjoyed his work in Zurich so much that he did not think of those years as a waiting period until he was called back to Germany in 1912. For the Jubilee of the University of Berlin, Kaiser Wilhelm had established a Society for the Promotion of Scientific Knowledge and this body had founded an Institute of Chemistry in Berlin/Dahlem. He was offered a Research Laboratory here in conjunction with an honorary professorship at the University of Berlin.
In the two short years before the outbreak of the first World War he was able with a team of collaborators to round off his investigations into chlorophyll and, in connexion with that, to complete some work on haemoglobin and, in rapid succession, to carry out his studies of anthocyanes, the colouring matter of flowers and fruits. These investigations into plant pigments, especially the work on chlorophyll, were honoured by the award of the Nobel Prize for Chemistry (1915), just at the time when he had decided to accept a call to the University of Munich and again, as successor to his old teacher Adolf von Baeyer, take an active part in university teaching; for, as things were then, the even tenour of scientific life at Dahlem was gone.
In the period that followed Willstätter continued on lines of fundamental importance, and his brilliant and fruitful work is regarded today as a pioneering achievement. The investigations into photosynthesis and into the nature and activity of the enzymes were precursory of modern Biochemistry. At that time the method so far developed of concentrating enzymes through adsorption did not make it possible to attain to the crystallized enzymes. In this connexion, Willstätter carried out important studies of adsorbents, metal hydroxides, hydrogels and silicic acids. In addition he was quick to give his attention also to problems of theoretical chemistry. Thus he achieved the first synthesis of cyclo-octatetraene, and went on to compare it with benzene; so also he set up experiments to produce cyclobutadiene.
Willstätter's career came to a tragic end when, as a gesture against increasing antisemitism, he announced his retirement in 1924. Expressions of confidence by the Faculty, by his students and by the Minister failed to shake the fifty-three year old scientist in his decision to resign. He lived on in retirement in Munich, maintaining contact only with those of his pupils who remained in the Institute and with his successor, Heinrich Wieland, whom he had nominated. Dazzling offers both at home and abroad were alike rejected by him. In 1938 he fled from the Gestapo with the help of his pupil A. Stoll and managed to emigrate to Switzerland, losing all but a meagre part of his belongings.
Willstätter was married to Sophie Leser, the daughter of a Heidelberg University professor. They had one son, Ludwig, and one daughter, Ida Margarete. The old man passed the last three years of his life in Muroalto near Locarno until he died on 3rd August, 1942, of a heart attack.In 1956 a memorial to Richard Willstätter was unveiled in Muroalto.

Source :http://nobelprize.org/nobel_prizes/chemistry/laureates/1915/willstatter.html (diakses tanggal 5 Mei 2011 pukul 20.22 WIB)

selamat hari guru

Pendidikan bukanlah sekedar perkara memintarkan isi kepala, namun juga persoalan melatih kepekaan hati. Kebaikan yang tumbuh dari keduanya, saling melengkapi.

Ibarat sebuah pisau, di tangan seorang juru masak, ia dapat menghasilkan suatu hidangan yang lezat. Namun pisau di tangan pelaku kriminal, dapat digunakan untuk melukai, menimbulkan korban, bahkan mungkin kematian.

Maka bukan pisaunya yang menentukan baik dan buruknya, melainkan siapa orang yang memegangnya.


Begitu juga dengan ilmu pengetahuan. Pada tangan setiap orang terpelajar, ia dapat digunakan pada dua pilihan: untuk mencerdaskan, atau membodohi orang-orang.

Menjadi baik-buruknya isi kepala orang-orang yang terpelajar, pada akhirnya yang menggerakkan adalah hati.

Kimia dan Kriminalitas (Penetapan profil DNA)

Kimia merupakan salah satu ilmu yang berperan penting dalam forensik. di univesitas luar negeri misalnya di Groningen University, Holland membuka jurusan kimia forensik. Beberapa universitas di Inggris juga membuka program studi tersebut. Apakah hubungan kimia dengan forensik??? baik-baik saja ... haha ^^
tunggu penjelasannya di blog ini

coming soon!!!